SEARCH

Memuat...

Senin, 12 November 2012

Penyebab Pengangguran (part 2)

Melanjutkan artikel sebelumnya, Penyebab Pengangguran (part 1), bahwa ada penyebab Internal dan eksternal sehingga muncul lah pengangguran di seluruh dunia. 

Faktor Eksternal

Pada part 1 dijelaskan mengenai faktor internal, yaitu yang disebabkan oleh diri sendiri. Nah, pada faktor eksternal ini kita akan membahas faktor penyebab seseorang menjadi pengangguran akibat dari apa yang berada di luar dirinya, orang lain atau pihak lain lah yang menyebabkan dia menganggur. Namun, perlu diingatkan, ini adalah yang terjadi di Indonesia secara umum. Belum tentu berlaku di seluruh dunia.

Oke, berikut adalah faktor eksternal penyebab pengangguran:

> Sistem Pendidikan yang lemah
Banyak pihak yang yang menyatakan faktor pendidikan lah yang menyebabkan angka pengangguran kita masih tinggi. Baik para expert atau orang awam menyatakan pendidikan penting agar tidak menganggur. Pentingnya pendidikan ini juga telah di bahas pada artikel sebelumnya:Tips sukses menghadapi kompetisi kehidupan.


>Kondisi Politik yang Labil 
Atmosfer politik harus kondusif agar ekonomi kita baik, sehingga para elit politik harus berusaha menciptakan kondisi politik yang sehat. Tidak melakukan politik uang yang ujung-ujungnya pasti Korupsi untuk balik modal.


>Penegakan Hukum yang Tebang Pilih
Kita lihat Hukum sepertinya tidak berpihak pada orang-orang kecil. Maling ayam, dalam hukum jalanan, bisa sampai hukuman mati dan di bakar hidup-hidup. Maling uang negara miliaran rupiah malah seperti pindah ke hotel di penjara.

Hal ini tentu saja membuat respect rakyat berkurang atau bahkan hilang sama sekali terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum. Kondisi seperti ini tentu tidak baik bagi kepercayaan publik teruntama investor untuk berinvestasi di Indonesia, ujungnya: semakin sedikit lapanga kerja, akhirnya semakin banyak pengangguran.

>Pertumbuhan Ekonomi yang lamabat
Ekonomi yang baik berkaitan erat dengan kemakmuran dan masalah pengangguran. Namun, sejak runtuhnya ekonomi Indonesia pada tahun 1997 akibat krisis moneter, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak pernah mencapai 7-8%.
Jika pertumbuhan ekonomi bagus maka penyerapan tenaga kerja juga akan besar, sehingga pengangguran dapat dikurangi jumlahnya.


>Kebijakan Pemerintah yang Kurang Tepat
Kebijakan pemerintah sepertinya berorientasi pada mereka yang duduk sebagai pejabat. Mereka membuat kebijakan yang dapat menguntungkan dirinya sendiri, keluarganya, atau kelompoknya (melakukan KKN). 
Akibat yang ditimbulkan adalah, seperti sulitnya perizinan mendirikan usaha, membuat pengusaha susah untuk menciptakan usaha baru atau mengembangkan usahanya. Akibatnya, pertumbuhan kelas pengusaha juga kecil, berimbas pada lambatnya pertumbuhan lapangan kerja, yang berujung pada tingginya angka pengangguran.


Perlu diingatkan, sepertinya faktor eksternal di atas menyalahkan pemerintah atas apa yang mereka lakukan. Tapi intinya bukan itu. Pemerintah tidak tinggal diam atas kasus ini. Mereka juga memikirkan bagaimana cara mengatasi pengangguran ini. Hanya saja belum berhasil sepenuhnya.

Nah, tugas kita adalah meningkatkan kualitas diri dengan mengatasi penyebab pengangguran internal. Dengan menjadi pribadi yang baik dan bagus kualitasnya, maka kita tidak akan menjadi pengangguran.

referensi:
Ichsan, Mochammad. 2007. Ayo Bangkit dari Pengangguran.Yogyakarta: Penerbit Mocomedia. 

Baca juga:

Akibat Pengangguran
Memahami makna Pengangguran   
 
Penyebab Pengangguran (part 1)

 













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar